Oh DIY.... Angka Kelulusanmu Paling Rendah untuk Jawa

Oh DIY.... Angka Kelulusanmu Paling Rendah untuk Jawa

Bayu termenung sesaat menerima pengumuman kelulusan SMU ,hatinya gundah gulana karena termasuk salah satu Siswa yang tidak lulus Ujian Nasional.
Sambil berjalan menyusuri trotoar sepanjang jalan dia melihat beberapa teman temannya bergembira dengan melakukan aksi corat coret di seragam sekolah yang tidak akan di kenakan lagi.
Terbayang Emak dikampung Panggang wonosari dan Bapaknya di Tangerang yang Cuma seorang buruh pabrik berharap agar tahun ini Bayu bisa lulus sehingga adiknya dapat melanjutkan sekolah.
Maklum dengan penghasilan Bapaknya yang hanya buruh pabrik dan Emaknya yang jualan Sayur keliling dikampung hanya cukup untuk makan dan membiayai sekolahnya saja sehingga adiknya terpaksa tertunda melanjutkan ke SMU.
“le kamu nanti selesai SMU cepet kerja yo…”ujar emaknya
“ Iya Mak” sahut Bayu.
“ Mengko biar si Fian ganti sekolah SMU soale kiriman Bapakmu enggak cukup untuk makan dan biaya sekolah.
Bukan itu saja yang menjadikan hatinya gundah ,cita citanya selepas SMU ingin kabur ke Batam sirna sudah.
Cerita lik Karjo di Batam sekarang sukses membuka rumah makan dan akan menjadikan Bayu karyawan membuat hatinya kecut.
Bagaimana dia akan memberitakan kepada gadis pujaannya Martini yang sekolah di lain tempat ternyata malah lulus dan dengan nilai paling tinggi sementara dia sendiri enggak lulus.

Diperempatan lampu bang jo ketandan seorang penjual koran berdiri berteriak teriak .
“ Bapak bapak ini ada berita tragis , Koran kompas edisi hari ini selasa tanggal 17 Juni 2008 memberitakan bahwa Di Jawa,Angka kelulusan DIY paling rendah
Mendengar teriakan penjual koran ,Bayu terhenyak lantas meminjam koran tersebut.
Benar seperti apa yang dikatakan penjual koran itu, ternyata DIY adalah Propinsi yang tingkat kelulusannya paling rendah.
Kalau Jawa Tengah ,Jawa Timur, dan Jawa Barat tingkat kelulusannya masing masing adalah 91.93% , 95% , 98.06 % maka DIY hanya 89,34%.
Dengan demikian Bayu adalah termasuk 4.143 siswa yang tidak lulus atau 10.66% malang benar nasibnya.
Setelah membaca koran itu perasaan Bayu menjadi lega,pikirannya tadi yang cukup kalut terhibur sejenak, bahkan ketika penjual koran berkata “ piye kamu lulus enggak”.
Bayu menjawab “ santai mas pokoknya beres “.
Lalu penjual koran itu pun menyahut “ yo wis kalau gitu,mana korannya itu ada yang mau beli”.
Sambil mengulungkan koran Bayu bergegas bangkit dan menyetop angkot yang lewat untuk pulang kerumah.

Bersambung........


Nah pembaca Budiman kira kira ada apa dengan Bayu yang setelah membaca koran kok malah hatinya menjadi lega dan bisa tersenyum.
Mohon bantuannya untuk topik berikutnya agar cerita ini bisa berlangsung dengan baik.

Kamus kata kata :
Panggang : adalah sebuah desa arah selatan dari imogiri dan berada di punggung bukit yang dekat laut selatan.
Le : sebutan untuk anak laki laki
Mengko : nanti
Lik : Om ( Pak Lik)
Bang Jo : Lampu Merah
Ketandan : adalah perempatan ring road timur Jogja yang menuju ke Wonosari
Piye Kowe : bagaimana Kamu
Yo wis : ya sudah

Cerita ini adalah fiktif belaka , jika ada kesamaan nama dan nama daerah adalah kebetulan saja.
Sedangkan data diambil dari Kompas tanggal 17 Juni 2008.



+ comments + 7 comments

June 17, 2008 at 9:56 PM

lega dan senyum karena:
(1) banyak temen ga' lulus
(2) bisa bersama martini lbh lama;)

June 18, 2008 at 5:00 AM

ndak papa angka kelulusane paling rendah..

yang penting jujur

June 18, 2008 at 7:00 PM

ASS.

Harus jadi pelajaran utk tahun depan..

thanks ya mas admin udah berkunjung d komen diblogku...
salam kenal

June 19, 2008 at 6:49 AM

wow.. paling rendah yah di jawa.. ya udah.. smoga tahun depan lebih bagus lagi deh..

June 19, 2008 at 8:14 AM

Kegagalan itu keberhasilan yang tertunda (masih berlaku kan pepatah ini ??? ;P ) ... masih ada waktu, bukan berarti gak lulus dunia bakal kiamat ... tetap asah kemampuan, biar tahun depan bisa balas dendam ... be the best :)

June 22, 2008 at 2:39 AM

paling rendah di jawa, bukan berarti gagal kan. itu tergantung para pelaku pendidikannya juga.

yang paling penting adalah, kerjasama untuk mencapai tujuan 100% lulus.

June 29, 2008 at 9:02 AM

Dunia belum kiamat walo nilainya paling rendah...next time will be better...:)

Post a Comment