Demo BBM yang Anarkis

Demo BBM yang Anarkis

Anda lihat tayangan TV ....
Ketika Mahasiswa....? memukuli Iptu Manurung ...aduh ngeri deh....kok bisa bisanya Mahasiswa mukuli nendang nginjak dorong dorong aparat yang notabene udah tua....?
Kok enggak ada yang komentar begini:
1.Kekerasan itu khan produk dari Orde baru dan itu diwariskan sehingga Mahasiswa meniru praktek orde baru .
2.Mahasiswa khan intelek jadi semua yang dilakukan itu benar adanya.
3.Aparat khan di bayar jadi boleh di pukuli.
4.Itu khan salahnya pemerintah karena menaikan BBM.
dan komentar yang seolah olah bahwa apa yang dilakukan oleh Mahasiswa dengan demo anarkisnya benar.
Apakah saya juga menentang Demo...? sama sekali tidak namun demo yang demokratis adalah lebih elok daripada demo yang kampungan seperti itu.
Demo kritik kritis perlu dilakukan sebagai mekanisme kontrol terhadap kekuasaan dan saya pikir Mahasiswa Dosen Petani Pedagang pegawai negeri Bloger wajib melakukannya namun sekali lagi yang tertib bukan kurang ajar seperti itu.
Seandainya saja ada pakar HAM atau Politisi yang cari populer melontarkan pertanyaan dan atau pernyataan (seperti yang Komentar) yang saya reka seperti diatas maka perlu di luruskan :
1.Kekerasan Warisan Order baru : Bagaimana jadi warisan order baru lha order baru itu sudah lewat 10 tahun yang lalu jadi kekerasan ini ya warisan penggantinya Dong.
2.Mahasiswa intelek boleh apa saja : apalagi kalau lagi ujian ...sehari sebelumnya cari soal soal terus bikin contekan dan kalau ngomong tanpa data yang akurat alias Nato .
3.Aparat boleh dipukuli karena dibayar : itu adalah pendapat yang tolol dan bodoh karena aparat juga manusia punya anak istri jadi perlalukannlah dengan adil.
4.Pemerintah salah menaikan BBM : itu juga pendapat yang super goblok...alias gak pernah membaca koran melihat Berita TV apalagi bikin Blog.
Bagaimana enggak menaikan lha Negara kita ini sudah jadi nett importir minyak...Lha kalau minyak dunia naik ya sudah barang tentu minyak dalam negeri naik juga to blok goblok.
Yang menjadi persoalan itu bukan naiknya harga minyak ...tapi bagaimana mendistribusikan kekayaan negara ini dapat di nikmati di semua orang bukan hanya beberapa gelintir orang saja dengan cara cara produktif.
Terus kok ada pakar ekonomi yang sok jago yang bicara ini itu seolah tahu bagaimana membuat negara ini makmur....jawabnya sederhana : karena gak kepilih jadi pembantu presiden....simple khan.
Makanya..jagan asal kritik jangan asal demo...yang penting kerja nyata aja...OK
Sekali lagi Demo itu wajib...asal Sopan dan tidak anarkis.




+ comments + 2 comments

May 31, 2008 at 7:48 AM

btw...
demo yg elok dn sesuai aturan ,,, kalo mekanisme gak jelas,, gi mana prend,,
OK masalah BBM bisa dinaikin asala ada jaminan kesejahtraan bagi masyarakat.. itu br benar.
kalo sebaliknya aduhh CPD ..
Indonesia memang masih jd benali bagi negara lain tp gak semua bidang ,,, maksud saya rata² laa...

just coment prend, :)

June 7, 2008 at 12:45 PM

dalam kondisi yang tidak menentu semacam itu seharusnya masing2 pihak, baik demonstran maupun aparat mesti menahan diri, jangan hanya larut dalam emosi purba yang ujung2nya justru memicu munculnya masalah baru. demosntrasi terbuka yang melibatkan insiden antara demonstran dan aparat juga merupakan bentuk eforia yang masih terus berlangsung setelah hampir 3 dekade, kran kebebasan diborgol rapat2. bagaimanapun juga kekerasan dalam aksi unjuk rasa, siapa pun pelakunya, tak bisa ditolerir.

Post a Comment